Kejari Kepahiang Tetapkan Oknum LSM Jadi Tersangka

Beritarakyatonline.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kepahiang resmi menetapkan dua oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Kabupaten Kepahiang inisial SU selaku Ketua LSM BPAN dan CH selaku Kadiv Advokasi LSM BPAN yang merupakan pasangan suami istri sebagai tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim gabungan Kejari Kepahiang di salah satu Rumah Makan Pasar Kepahiang, Selasa (30/07).

Kepala Kejari Kabupaten Kepahiang Lalu Syaifudin, di Bengkulu, Rabu (31/07) membenarkan anggotanya melakukan OTT terhadap dua anggota LSM, yakni CS selaku Kepala Divisi (Kadiv) Advokasi dan SY sebagai Ketua LSM BPAN.

Dalam OTT tersebut diketahui, jaksa mengamankan barang bukti uang tunai 30 juta rupiah, 2 unit handphone dan 1 unit mobil hilux.

H Lalu menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan, Kejari mengamankan empat orang Kepala Desa (Kades) berikut dua orang LSM yang diduga telah melakukan intimidasi meminta sejumlah uang kepada para Kades tersebut.

“Empat orang Kades merupakan korban intimidasi untuk menyerahkan Dana Desa (DD). Makanya kita lepas mereka. Sementara dua LSM kita tetapkan sebagai tersangka,” jelas H.

H Lalu menegaskan, pasal yang disangkakan tersebut karena tersangka melakukan perbuatan melawan hukum. Dimana didalam Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 71 tahun 2000 LSM ini diberikan forsi hak dan kewajiban oleh PP itu untuk secara aktif membantu memberantas tindak pidana korupsi.

“Perbuatan melawan hukumnya disitu. Kemudian uang itu sumbernya dari DD dan secara sadar dia tau bahwa uang itu DD makanya dia kena pasal 2,” ujar H Lalu.

Kedua tersangka, sambung H Lalu, sudah dibawa dan ditahan di Rutan Curup untuk 20 hari kedepan. Tim Kejari juga telah melakukan penyegelan dan penggeledahan di dua lokasi yaitu kantor LSM dan Kantor Pemuda Pancasila, karena CH merupakan ketua pemuda pancasila. Dalam penggeledahan tim mengamankan dokumen-dokumen yang akan dijadikan sebagai tambahan alat bukti.

Hasil pemeriksaan kedua pengurus LSM BPAN tersebut, akan dilakukan analisis apakah masuk dalam tindak pidana korupsi atau tinda pidana umum.

“Kalau masalah ini masuk kategori korupsi akan kita tetapkan sendiri sebagai tersangka dan bila pidana umum akan kita limpahkan ke Polres setempat,” ujarnya. (BRO)

1,863 total views, 3 views today

Related posts

Leave a Comment